Sunday, February 23, 2014

BAHAYA SUSU KENTAL MANIS BAGI ANAK BALITA


Bahaya Susu Kental Manis Bagi Anak Balita

Air Susu Ibu (ASI)
Banyak anak balita di sekitar kita kurang merasakan air susu ibu, karena kondisi kesibukan sang bunda, maka harus merelakan buah hatinya minum susu dari bodol (dot). Dengan alasan kesibukan inilah maka para kaum Ibu mengganti pemberian Air Susu Ibu (ASI) dengan Susu Formula untuk pemberian susu sehari-hari kepada anak mereka. Susu formula pada pasaran sangat beragam, mulai merek hingga harganya terbilang mahal untuk kalangan menengah ke bawah.
Orang tua pada dasarnya akan memberikan yang terbaik pada anaknya, terutama pemberian susu untuk minum sehari-hari,  orang tua akan berusaha memberikan susu yang memiliki asupan gizi tinggi serta aman dikonsumsi oleh buah hatinya. Namun terkadang pada masa prekonomian keluarga lagi menurun, dengan alasan lebih ekonomis, orang tua menyajikan susu kental manis kepada buah hatinya.
Namun secara tidak sadar, tindakan pemberian susu kental manis kepada anak untuk konsumsi susu sehari-harinya sangat ber bahaya dan dapat menimbulkan efek jangka pendek dan jangka panjang terhadap kesehatan anak. Kebanyakan para orang tua tidak mengetahui bahaya yang ditimbulkan susu kental manis terhadap anak karena susu kental manis tersebut memiliki asupan gizi yang tinggi.
Pada dasarnya, susu kental manis memiliki kandungan gizi yang tinggi tetapi yang berguna bagi anak di atas lima tahun dan orang dewasa. Rata-rata susu kental manis mengantung lemak jenuh, proten, karbohidrat, gula, natrium, kalium, vitamin A, vitamin B1, vitamin D3, niassin, vitamin B6, Vitamin E, kalsium fosfor dan kolin yang sangat tinggi, tetapi kandungan gizi tersebut sangat cocok untuk anak di atas lima tahun dan orang dewasa dan sebaliknya sangat ber bahaya bagi anak balita.
Menurut Hasnia Suriadi dalam seminar Bahaya Susu Kental Manis terhadap Anak Balita menjelaskan bahwa Susu kental manis sangat berbahaya bagi anak karena memiliki kandungan gula dan lemak yang sangat tinggi sehingga berpotensi pada penyakit gula dan obesitas.
Bahaya susu kental manis bagi anak balita dalam jangka pendek, kira-kira kurang lebih 7 (tujuh)  hari setelah konsumsi susu kental manis, anak balita akan mengalami batuk. Batuk ini timbul pada saat anak akan tidur, hal ini disebabkan karena kandungan lemak dan gula pada susu kental manis meninggalkan lendir pada tenggorokan anak, sehingga menggangu saluran pernafasan anak. Untuk memperlacar saluran pernafasan, secara alami anak akan batuk untuk mendorong sumbatan lendir-lendir pada tenggorokan.
Secara jangka panjang, bahaya susu kental manis terhadap anak balita yaitu akan menyebabkan potensi penyakit gula serta obesitas, menyebabkan oksidan secara bertahap yang akan melemahkan daya tahan tubuh anak sehingga akan mudah diserang penyakit pada dewasa kelak.
Demikian paparan singkat mengenai bahaya susu kental manis bagi anak balita, semoga bermanfaat bagi pembaca. Beritahulah teman, tetangga dan keluarga mengenai bahaya susu kental manis ini terhadap anak balita, agar tumbuh kembang anak tidak terganggu.

Wednesday, February 19, 2014

10 MAKANAN YANG BAIK UNTUK PERTUMBUHAN ANAK

Makanan yang Baik untuk Pertumbuhan Anak



Makanan yang baik untuk pertumbuhan anak
Usia anak 18 bulan atau satu setengah tahun merupakan masa-masa perkembangan dan pertumbuhan anak. Pada masa ini anak biasanya sudah mulai konsumsi makanan tambahan selain dari pada ASI. Namun, orang tua mesti lebih jeli memilih makanan yang cocok untuk perkembangan tubuh anak, karena tidak semua makanan cocok atau baik dan bisa dikonsumsi oleh anak. Selain itu, mesti diperhatikan kandungan gizi dari pada makanan yang akan disuguhkan ke anak kita.
Perkembangan dan pertumbuhan tubuh anak yang baik tergantung dari asupan gizi yang diberikan, olehnya para orang tua dituntut untuk mengetahui makanan yang baik untuk menunjang perkembangan dan pertumbuhan tubuh anak.
Sangat disarankan untuk memberikan 10 jenis makan dibawah ini yang sangat baik serta dibutuhkan oleh perkembangan dan pertumbuhan anak :
1.       Asam Lemak Omega 3
Pada proses tumbuh kembang anak, asam lemak sangat baik serta dibutuhkan untuk perkembangan dan pertumbuhan otak anak. Dengan mengkonsumsi asam lemak omega 3 akan lebih mempertajam dan menambah daya ingat pada anak dan akan lebih cerdas dibandingkan anak yang kekurangan zat asam lemak omega 3.
Asam Lemak Omega 3 banyak terkandung pada : Ikan terutama  ikan Tuna dan Salmon, mentega dan kacang merah.
Dan sangat dianjurkan mengkonsumsi lemak pada bagian belakang mata ikan karena pada bagian ini, kaya akan asam lemak omega 3.
2.       Zat Besi
Zat besi merupakan zat mineral yang dibutuhkan tubuh anak sebagai sumber energi yang akan memberikan kekebalan tubuh atau meningkatkan daya tahan tubuh serta penopang kecerdasan anak.
Zat besi banyak terkandung pada : Daging, kacang, kedelai dan jeruk.
3.       Karbohidrat dan Protein
Karbohidrat dan protein merupakan sumber energi tertinggi yang dibutuhkan oleh tubuh. Ketika asupan karbohidrat berkurang kedalam tubuh maka otomatis tubuh akan menyerap protein sebagai pengganti karbohidrat. Olehnya zat ini harus dipenuhi untuk meningkatkan asupan gizi anak.
Karbohidrat dan protein banyak terkandung dalam : Roti, jagung, kacang-kacangan.
4.       Kalsium
Kalsium merupakan zat pembentuk tulang dan gigi bagi anak, kekurangan zat kalsium akan mengakibatkan perkembangan dan pertumbuhan anak terhambat sehingga fostur tubuh anak akan lebih kecil dibanding anak lainnya. Oleh karena itu kalsium sangat baik dan diutamakan bagi anak dalam proses pertumbuhan.
Kalsium banyak terkandung dalam : Keju, oatmeal, kacang kedelai, susu, susu kedelai dan yogurt.
5.       Anti Oksidan
Anti oksidan merupakan penangkal tubuh berupa vitamin, enzim dan mineral radikal bebas. Radikal bebas dalam tubuh anak dapat  muncul secara sadar baik tidak sadar berdasarkan pola konsumsi makanan yang salah serta kondisi lingkungan yang tidak baik. Seperti makanan yang mengandung pengawet atau formalin, asap rokok, berjemur di bawah sinar matahari, serta tekanan psikologis anak.
Anti Oksidan banyak terkandung dalam : Sayur-sayuran, buah-buahan, manggis, tomat, anggur, taoge, labu, wortel dan bayam.
6.       Vitamin A
Vitamin A merupakan kebutuhan zat untuk pertumbuhan anak terutama untuk mata.
Vitamin A banyak terkandung dalam : Pisang,Apel, Labu, Tomat dan ubu jalar.
7.       Vitamin B
Vitamin B sangat dibutuhkan oleh tubuh anak untuk mengubah karbohidrat menjadi energi, menjaga kelembaban kulit, melancarkan pencernaan serta menambah nafsu makan anak.
Vitamin B banyak terkandung dalam : Kepiting, Udang, kerang, gandum, alpukat, susu dan yogurt.
8.       Vitamin C
Vitamin C sangat baik dan dibutuhkan oleh tubuh terutama untuk penangkal penyakit. Selain itu Vitamin C sangat dibutuhkan untuk tetap mejaga kelenturan kulit serta sebagai antioksidan pada kulit. Vitamin C juga sangat membantu dalam proses pembentukan DNA kulit, peremajaan serta memperbaiki sel-sel kulit yang rusak.
Vitamin C banyak terkandung dalam : Jeruk, berry, pir, apel, kiwi.
9.       Vitamin D dan E
Vitamin D sangat berguna untuk perkembangan tulang anak serta mencegah penyakit berkembang dalam tubuh anak, kekurangan vitamin D akan menyebabkan daya ingat anak berkurang serta akan menyebabkan munculnya penyakit kronis seperti jantung dan kanker, sedangkan Vitamin E merupakan zat pembentuk sel darah merah serta penangkal penyakit dalam tubuh anak serta mencegah kerusakan jaringan sel-sel dalam tubuh.
Vitamin D banyak terkandung dalam : Sinar matahari langsung, kedelai, tahu, jamur dan kuning telur.
Vitamin E banyak terkandung dalam : sayur-sayuran, kacang tanah, alpukat, oat.
10.    Kolin
Kolin sangat baik dan sangat dibutuhkan untuk menjaga organ-organ vital pada anak, kolin berfungsi untuk melindungi hati, jantung serta menjaga kesehatan otak anak.
Kolin banya terkandung dalam : Telur, terutama kunig telur.

Adapun 10 Jenis makanan di atas sangat baik untuk pertumbuhan anak, olehnya sangat di sarankan para orang tua melengkapi ke 10 jenis makanan di atas sebagai makanan sehari-hari untuk melengkapi asupan gizi anak.
Semoga Bermanfaat,..

Thursday, February 13, 2014

PENYEBAB BAYI SAKIT SETELAH IMUNISASI



Penyebab Bayi Sakit Setelah Imunisasi

Orang tua pasti sangat khawatir dan was-was bahkan panik karena tiba-tiba bayi mereka mengalami
panas demam yang tinggi setelah imunisasi. Kebanyakan mereka beranggapan kalau penyebab panas bayi adalah kesalahan dari pelaksanaan imunisasi, kesalahan cara penyuntikan hingga kesalahan vaksin yang diberikan ke bayi mereka. Namun penyebab demam bayi bukanlah diakibatkan hal yang demikian, tetapi merupakan proses alami pasca imunisasi. Olehnya, dalam tulisan ini saya akan jelaskan penyebab bayi atau anak sakit setelah imunisasi.
Pertama, kita perlu ketahui, apa itu imunisasi?
Imunisasi adalah Proses untuk meningkatkan kekebalan tubuh bayi dengan memberikan vaksinasi berupa vaksin atau virus yang sudah dijinakkan dengan tujuan memberikan perlawanan atau penangkalan terhadap virus berbahaya dari dalam tubuh.
Dengan masuknya vaksin ke dalam tubuh bayi, akan mencegah timbulnya penyakit berbahaya dan menular, seperti BCG (untuk mencegah tuberkolosis), DPT (Tetanus), hepatitis B , Polio dan Campak.
 Setelah itu, Vaksin atau virus yang sudah dijinakkan yang masuk kedalam tubuh bayi menyatu dengan darah secara alami yang akan bekerja bila virus yang menyebabkan penyakit berbahaya mulai menyerang bayi.
Proses penyatuan vaksin atau virus jinak dengan darah inilah yang menyebabkan atau mengakibatkan suhu badan pada bayi meningkat secara drastis. Rata-rata bayi akan mengalami demam berkisar 38 derajat celcius hingga 40 derajat celsius dengan lama 1-2 hari kemudian turun secara drastis.
Oleh karena itu, para orang tua tidak perlu panik dan berasumsi bahwa sakit demam itu akibat kesalahan imunisasi terhadap bayi atau anak, itu adalah hal wajar yang dialami bayi pasca imunisasi, namun orang tua tetap harus waspada, merawat dan berusaha menurunkan demam bayi agar kondisi demam anak tidak memuncak dan melemahkan fisiknya.
Beberapa cara untuk menurunkan demam bayi atau anak yang bisa dilakukan orang tua yaitu :

  1. Pantau panas anak menggunakan termometer.
  2. Bila bayi atau anak masih menyusu, sebaiknya diberikan Asi sesering mungkin untuk mengurangi demam bayi karena Air Susu Ibu mengandung zat penetral suhu tubuh pada bayi. 
  3. Kompres dengan air agak hangat untuk menghindari step panas yang tinggi (jangan menggunakan air dingin, akan beresiko kejang-kejang) 
  4. Pakaikan pakaian yang tipis dan agak longgar agar suhu panas tidak tertampung dan jangan gunakan selimut untuk menutupi bayi atau anak. 
  5. Bila panas anak makin memuncak, usahakan memberikan obat penurun panas dengan resep dokter. 
  6. Berikan pijatan yang lembut pada bayi atau anak, hal ini akan memberikan rasa nyaman dan akan mengurangi rasa nyeri yang diderita anak. 
  7. Secara tradisional, berikan asam (yang terbuat dari mangga muda yang dikeringkan) dicampur dengan satu sendok minyak kelapa kemudian usapkan merata pada dada, punggung dan ubun-ubun bayi atau anak.  Cara ini sangat di sarankan bagi para orang tua. 
  8. Bila dalam 3 (tiga) hari demam bayi atau anak belum turun, usahakan segera periksa ke dokter anak.
Demikian tulisan saya kali ini mengenai penyebab bayi atau anak sakit demam setelah imunisasi serta beberapa cara menurunkan demam pada bayi atau anak, semoga bermanfaat.